Minggu, 05 Maret 2017

"SUDUT SEPI"

keheningan malam itu menyapa bersama desiran gumilir angin
Detik demi detik terdengar alunanya
Derap langkah yang biasanya berlalu lalang kini sirna di lahap oleh sepi
Entah angin mana yang menghampiri
Malam itu tak seperti biasanya 
Ia hanya duduk termenung di sudut rumah
mulutnya terbelenggu tak dapat menyapa merenggut hingga hati yang paling dalam
Hingga ia tak menyadari guliran airmatanya membasahi bumi ini
Kesedihanya sudah tak mampu ia bendung lagi
Ia mencoba mengusir dari dalam jiwanya
Angin sepi mengoncangkan hatinya mencabik cabik hasrat
Bergelora dalam masa berpadu dalam ruang rindu
Ia mulai melihat setitik cahaya mulai menghampiri 
Ia mulai beranjak pergi meninggalkan kesedihan itu
Ia tak mau terpuruk terlalu dalam lagi dalam kesedihan jurang nestapa itu
Senyuman kescil terlukiskan di rona mukanya 
Ia mengerti sekarang, kesedihan hanyalah ranjau keterpurukan dalam perjalanan panjang 
Yang membuat ia tak menyadari bahwa sesungguhnya kesedihan adalah bagian pencuri dari kebahagiaan
Hingga ia tak mampu menikmati kebahagiaan hari ini

sa_ip el ud

Tidak ada komentar:

Posting Komentar