"DINGINNYA HATI"
butuh waktu yang sangat lama untuk memahamimu
memahamimu bukanlah hal yang mudah
dalam ruang yang tak bisa di pahami tumbuh mawar dengan subur
namun pintu untuk memasuki taman mawar itu terkunci rapat rapat
mawar itu sudah tak mempercayai siapapun yang mencoba mencintainya
mungkin luka yang di tinggalkan oleh masalalu terlalu dalam dan menyayat sampai ke hati
mawar itu memancarkan cahaya dingin dan datar
namun aku percaya suatu saat nanti mawar itu akan setia pada petani yang selalu sabar merawat mawar itu
sa_ip el ud
Selasa, 14 Maret 2017
"SEKENARIO"
jalan menapaki kesunyian malam sudah tak nampak lagi dari bahu jalan
rintik hujan yang mulai membasahi keringnya jalan itu menawarkan aroma kekeringan
mungkin sudah saatnya aku pulang dari perjalanan ini
aku tak pernah memikirkan ahir dari perjalanan panjang ini
banyak sekali di persimpangan jalan yang menawarkan berbagai macam kenikmatan
namun akankah kau singgah dalam persinggahan ini dan nyaman dengan keadaan yang akan membelenggumu dalam buaian nyaman
mungkin perjalanan hidup ini tak semuanya berahir di kotak dua kali tida meter persegi
IA memiliki hak menentukan dimana jalan akhir dari perjalananmu dalam sekenarioNYA
dan aku tak memiliki kuasa untuk membrontak membatalkan kontrak kehidupan
semua langkah yang kita ayunkan memiliki konsekwensi yang pastinya ada pertanggung jawabanya di akhir lembaran sekenario kita nanti
sa_ip el ud
jalan menapaki kesunyian malam sudah tak nampak lagi dari bahu jalan
rintik hujan yang mulai membasahi keringnya jalan itu menawarkan aroma kekeringan
mungkin sudah saatnya aku pulang dari perjalanan ini
aku tak pernah memikirkan ahir dari perjalanan panjang ini
banyak sekali di persimpangan jalan yang menawarkan berbagai macam kenikmatan
namun akankah kau singgah dalam persinggahan ini dan nyaman dengan keadaan yang akan membelenggumu dalam buaian nyaman
mungkin perjalanan hidup ini tak semuanya berahir di kotak dua kali tida meter persegi
IA memiliki hak menentukan dimana jalan akhir dari perjalananmu dalam sekenarioNYA
dan aku tak memiliki kuasa untuk membrontak membatalkan kontrak kehidupan
semua langkah yang kita ayunkan memiliki konsekwensi yang pastinya ada pertanggung jawabanya di akhir lembaran sekenario kita nanti
sa_ip el ud
"ADA"
tak ada yang mampu menghentikan langkahnya
yang telah ia lalui hanya akan meninggalkan jejak kenangan
ia ada namun tiada, desiran langkahnya selalu konsisten berdetak dalam setiap langkah kehidupan
begitu berharga keberadaannya, namun ....
banyak sekali yang melupakan keberadaannya dan seringkali menganggapnya bukanlah hal yang penting lagi
goresan tinta hitam di masalalu tak akan pernah bisa kau kembali dan menghapusnya
dialah hal tertajam dalam alam ini jika kau tak memahaminya kau akan terpotong olehnya
dialah hal yang paling mengerikan dalam kehidupan jika kau tak jeli memilih langkah kau akan terperosok dala jurang penyesalan
hanya ada satu pintu baginya yaitu pintu keluar ia tak memiliki pintu kembali kau harus terus menatap ke depan
masalalu adalah sejarah kehidupan untuk membesarkan jiwa dan segudang pengalaman untuk menghadapi misteri kehidupan ini
sa_ip el ud
tak ada yang mampu menghentikan langkahnya
yang telah ia lalui hanya akan meninggalkan jejak kenangan
ia ada namun tiada, desiran langkahnya selalu konsisten berdetak dalam setiap langkah kehidupan
begitu berharga keberadaannya, namun ....
banyak sekali yang melupakan keberadaannya dan seringkali menganggapnya bukanlah hal yang penting lagi
goresan tinta hitam di masalalu tak akan pernah bisa kau kembali dan menghapusnya
dialah hal tertajam dalam alam ini jika kau tak memahaminya kau akan terpotong olehnya
dialah hal yang paling mengerikan dalam kehidupan jika kau tak jeli memilih langkah kau akan terperosok dala jurang penyesalan
hanya ada satu pintu baginya yaitu pintu keluar ia tak memiliki pintu kembali kau harus terus menatap ke depan
masalalu adalah sejarah kehidupan untuk membesarkan jiwa dan segudang pengalaman untuk menghadapi misteri kehidupan ini
sa_ip el ud
"CAHAYA"
hembusan hangat paparan sinar mentari pagi itu terasa berbeda
aroma angin tak tercium dalam ruangan itu
hanya kehangatan yang menyapa dan menyatu dalam waktu
dalam kehangatannya tak pernah ada ketabu tabuan
ia selalu konsisten dalam paparan sinarnya
namun saat alam tak bersahabat sang hujan bergejolak ingin menerpa hamparan bumi ini
cahayanyapun sirna tak ada lagi kehangatan, menyisakan kedinginan
kemana perginya kehangtan cahaya itu
namun yang aku tau hanya dialah yang selalu setia ada dan menjadi cahaya dalam dinginnya hati ini
kontruksi hati ini tak sesempurna alam ini
hati ini tak bisa terlalu lama kedinginan
cahaya mana lagi yang akan memberi kehangatan dalam sukmanya
saat kau pergi meninggalkannya dalam goa yang sunyi senyap
jiwa ini sudah terlalu mencintai cahaya itu meski tak ada yang abadi
hanya satu yang aku tahu, cinta adalah sastra tertinggi dalam kehidupan
sa_ip el ud
hembusan hangat paparan sinar mentari pagi itu terasa berbeda
aroma angin tak tercium dalam ruangan itu
hanya kehangatan yang menyapa dan menyatu dalam waktu
dalam kehangatannya tak pernah ada ketabu tabuan
ia selalu konsisten dalam paparan sinarnya
namun saat alam tak bersahabat sang hujan bergejolak ingin menerpa hamparan bumi ini
cahayanyapun sirna tak ada lagi kehangatan, menyisakan kedinginan
kemana perginya kehangtan cahaya itu
namun yang aku tau hanya dialah yang selalu setia ada dan menjadi cahaya dalam dinginnya hati ini
kontruksi hati ini tak sesempurna alam ini
hati ini tak bisa terlalu lama kedinginan
cahaya mana lagi yang akan memberi kehangatan dalam sukmanya
saat kau pergi meninggalkannya dalam goa yang sunyi senyap
jiwa ini sudah terlalu mencintai cahaya itu meski tak ada yang abadi
hanya satu yang aku tahu, cinta adalah sastra tertinggi dalam kehidupan
sa_ip el ud
Rabu, 08 Maret 2017
"ASAP SETIA"➢
tak akan pernah ada yang bisa memahami asap
ia selalu terbang dengan keinginannya seperti partikel bebas
ia tak pernah terikat oleh ruang dan waktu
ia selalu menyusup dengan lembut dan, menghilang
asap selalu setia pada bara dan tak pernah mencoba untuk menghianati bara
dia tak memperdulikan dimanapun keberadaan bara dan di situasi apapun asap selalu setia menemaninya
hingga bara terahir yang tersisa asap selalu setia membersamainya
selalu berkerja sama dan saling menutupi segala kekuranganya
bahkan ketika sang bara basah kuyup asap seolah tak rela di tinggalkannya ia sedih dan mengamuk
tapi apalah daya sang asap tanpa bara dan akhirnya ia memilih untuk pergi dan menghilang dan memilih untuk tidak mencintai siapapun lagi
sa_ip el ud
tak akan pernah ada yang bisa memahami asap
ia selalu terbang dengan keinginannya seperti partikel bebas
ia tak pernah terikat oleh ruang dan waktu
ia selalu menyusup dengan lembut dan, menghilang
asap selalu setia pada bara dan tak pernah mencoba untuk menghianati bara
dia tak memperdulikan dimanapun keberadaan bara dan di situasi apapun asap selalu setia menemaninya
hingga bara terahir yang tersisa asap selalu setia membersamainya
selalu berkerja sama dan saling menutupi segala kekuranganya
bahkan ketika sang bara basah kuyup asap seolah tak rela di tinggalkannya ia sedih dan mengamuk
tapi apalah daya sang asap tanpa bara dan akhirnya ia memilih untuk pergi dan menghilang dan memilih untuk tidak mencintai siapapun lagi
sa_ip el ud
Selasa, 07 Maret 2017
"SIMPANG JALAN"
angin ini terlalu kencang menerpa jiwaku aku tak bisa membedakan lagi mana desiran dan mana hembusan
tak menentu arah mau ku langkahkan kaki ini kemana
peta arah kehidupanku telah lama hanyut dalam derasnya ombak samudra kehidupan
aku hanyalah pengembara pencari aroma kebenaran
dan aku tak mengerti berada dimana aromanya
pengikhtiaranku dalam menapaki jalan kebenaran tak begitu mudah seperti dongeng pengantar tidur
terlalu deras ombak samudra kehidupan yang menerpa setiap sudut rongga karang sukmaku
pola sekenario tuhan memang terlalu rumit untuk aku cari, mana titik simpul kebenarannya
semua ini hanyalah monopoli di atas panggung sandiwara
sa_ip el ud
angin ini terlalu kencang menerpa jiwaku aku tak bisa membedakan lagi mana desiran dan mana hembusan
tak menentu arah mau ku langkahkan kaki ini kemana
peta arah kehidupanku telah lama hanyut dalam derasnya ombak samudra kehidupan
aku hanyalah pengembara pencari aroma kebenaran
dan aku tak mengerti berada dimana aromanya
pengikhtiaranku dalam menapaki jalan kebenaran tak begitu mudah seperti dongeng pengantar tidur
terlalu deras ombak samudra kehidupan yang menerpa setiap sudut rongga karang sukmaku
pola sekenario tuhan memang terlalu rumit untuk aku cari, mana titik simpul kebenarannya
semua ini hanyalah monopoli di atas panggung sandiwara
sa_ip el ud
"AMISNYA TANAH INI"
aroma amis yang masih pekat tercium di tanah air ini
kebebasan yang ia perjuangkan kini telah tergenggam dalam genggaman
ukiran sejarah yang ia ukir dalam lembaran peradaban kini telah usang
ia tak pernah mengharapkan penghargaan dari apa yang telah ia perjuangkan
tapi kini tak ada yang mengetahui sudah berapa banyak kucuran darah yang telah membasahi tanah air ini
mereka sibuk membesarkan perutnya saja bahkan mereka bangga menjadi tikus got yang berdasi
marwah bela tanah air kini sudah terbang bersama luka luka para pejuang
kita tetap bangga saat pemenang dunia ke II menjadikan negara negara kita alas kaki kaum kaum kapitalis
pulang lah cepat pulang!
kau berada di rumahmu sendiri tapi tak dapat merasakan kenyamanan di dalamnya
apa kau tak dapat melihat cahaya gelap yang menyelimuti di lubuk hatimu
sudah terlalu menjijikan sehingga tak tau harus berpihak pada siapa
ia berbohong pada dirinya sendiri untuk mengacuhkan sejarah
aku memang trlalu munafik untuk bisa mengakui bahwa aku juga melupakan ada yang harus di teruskan
sa_ip el ud
aroma amis yang masih pekat tercium di tanah air ini
kebebasan yang ia perjuangkan kini telah tergenggam dalam genggaman
ukiran sejarah yang ia ukir dalam lembaran peradaban kini telah usang
ia tak pernah mengharapkan penghargaan dari apa yang telah ia perjuangkan
tapi kini tak ada yang mengetahui sudah berapa banyak kucuran darah yang telah membasahi tanah air ini
mereka sibuk membesarkan perutnya saja bahkan mereka bangga menjadi tikus got yang berdasi
marwah bela tanah air kini sudah terbang bersama luka luka para pejuang
kita tetap bangga saat pemenang dunia ke II menjadikan negara negara kita alas kaki kaum kaum kapitalis
pulang lah cepat pulang!
kau berada di rumahmu sendiri tapi tak dapat merasakan kenyamanan di dalamnya
apa kau tak dapat melihat cahaya gelap yang menyelimuti di lubuk hatimu
sudah terlalu menjijikan sehingga tak tau harus berpihak pada siapa
ia berbohong pada dirinya sendiri untuk mengacuhkan sejarah
aku memang trlalu munafik untuk bisa mengakui bahwa aku juga melupakan ada yang harus di teruskan
sa_ip el ud
Senin, 06 Maret 2017
"DURI DALAM JIWA"
seringkali tangisan yang mender nderu yang tak terdengar
jeritan dari lubuk hati yang paling dalam
menjerit kesakitan, membrontak saat jiwa itu melawan suara hati
jiwanya tak pernah mendengarkan bisikan hati nuraninya
jiwa itu selalu memiliki jalan sendiri membrontak dengan raga
memang tak dapat di mengerti saat desiran desiran angin setan sudah mulai menusuk dalam sukma
setiap langkahnya tak menentu arahnya
ia hanya mengikuti sang supir dalam hidupnya
nafsu sudah berhasil menguasai hatinya dan ia menjadi raja dalam istana jiwa
cahaya kasih tak akan pernah bisa menembus kerasnya hati
ia sudah tak melihat lagi, ia buta ....tapi dia mengerti warna
ia hanya akan terhanyut derasnya ombak kehidupan dan pada akhirnya ia hanyalah sampah dalam luasnya samudra kehidupan
sa_ip el ud
seringkali tangisan yang mender nderu yang tak terdengar
jeritan dari lubuk hati yang paling dalam
menjerit kesakitan, membrontak saat jiwa itu melawan suara hati
jiwanya tak pernah mendengarkan bisikan hati nuraninya
jiwa itu selalu memiliki jalan sendiri membrontak dengan raga
memang tak dapat di mengerti saat desiran desiran angin setan sudah mulai menusuk dalam sukma
setiap langkahnya tak menentu arahnya
ia hanya mengikuti sang supir dalam hidupnya
nafsu sudah berhasil menguasai hatinya dan ia menjadi raja dalam istana jiwa
cahaya kasih tak akan pernah bisa menembus kerasnya hati
ia sudah tak melihat lagi, ia buta ....tapi dia mengerti warna
ia hanya akan terhanyut derasnya ombak kehidupan dan pada akhirnya ia hanyalah sampah dalam luasnya samudra kehidupan
sa_ip el ud
Minggu, 05 Maret 2017
"SUDUT SEPI"
keheningan malam itu menyapa bersama desiran gumilir angin
Detik demi detik terdengar alunanya
Derap langkah yang biasanya berlalu lalang kini sirna di lahap oleh sepi
Entah angin mana yang menghampiri
Malam itu tak seperti biasanya
Ia hanya duduk termenung di sudut rumah
mulutnya terbelenggu tak dapat menyapa merenggut hingga hati yang paling dalam
Hingga ia tak menyadari guliran airmatanya membasahi bumi ini
Kesedihanya sudah tak mampu ia bendung lagi
Ia mencoba mengusir dari dalam jiwanya
Angin sepi mengoncangkan hatinya mencabik cabik hasrat
Bergelora dalam masa berpadu dalam ruang rindu
Ia mulai melihat setitik cahaya mulai menghampiri
Ia mulai beranjak pergi meninggalkan kesedihan itu
Ia tak mau terpuruk terlalu dalam lagi dalam kesedihan jurang nestapa itu
Senyuman kescil terlukiskan di rona mukanya
Ia mengerti sekarang, kesedihan hanyalah ranjau keterpurukan dalam perjalanan panjang
Yang membuat ia tak menyadari bahwa sesungguhnya kesedihan adalah bagian pencuri dari kebahagiaan
Hingga ia tak mampu menikmati kebahagiaan hari ini
sa_ip el ud
keheningan malam itu menyapa bersama desiran gumilir angin
Detik demi detik terdengar alunanya
Derap langkah yang biasanya berlalu lalang kini sirna di lahap oleh sepi
Entah angin mana yang menghampiri
Malam itu tak seperti biasanya
Ia hanya duduk termenung di sudut rumah
mulutnya terbelenggu tak dapat menyapa merenggut hingga hati yang paling dalam
Hingga ia tak menyadari guliran airmatanya membasahi bumi ini
Kesedihanya sudah tak mampu ia bendung lagi
Ia mencoba mengusir dari dalam jiwanya
Angin sepi mengoncangkan hatinya mencabik cabik hasrat
Bergelora dalam masa berpadu dalam ruang rindu
Ia mulai melihat setitik cahaya mulai menghampiri
Ia mulai beranjak pergi meninggalkan kesedihan itu
Ia tak mau terpuruk terlalu dalam lagi dalam kesedihan jurang nestapa itu
Senyuman kescil terlukiskan di rona mukanya
Ia mengerti sekarang, kesedihan hanyalah ranjau keterpurukan dalam perjalanan panjang
Yang membuat ia tak menyadari bahwa sesungguhnya kesedihan adalah bagian pencuri dari kebahagiaan
Hingga ia tak mampu menikmati kebahagiaan hari ini
sa_ip el ud
Kamis, 02 Maret 2017
"GUNDAH"
asap rokonya mulai mengepul lagi
goresan tintanya menggurat dalam ukiran sejarah
gemulai jarinya menari nari di atas tinta
melodi rindu menemani dalam sendu
bola matanya tak mampu menembus kebisuan alam
rakusnya konspirasi yang menyusup dalam setiap peradaban
membuat gejolak kebenaran yang terdampar
ia hanyalah seorang pengemis keadilan
yang selalu menanti keadilan di tepi jalan itu
permainan yang tak kunjung usai menetes keringat lelah di pipinya
ia hanyalah semut kecil yang kehausan di aniyaya oleh singa ompong yang picik
buaian kasihnya tak pernah menghapirinya lagi
mawar ini trlalu lama layu, mati dan tak ada yang perduli
menanti musim itu akan segera berganti
si_ip elud
asap rokonya mulai mengepul lagi
goresan tintanya menggurat dalam ukiran sejarah
gemulai jarinya menari nari di atas tinta
melodi rindu menemani dalam sendu
bola matanya tak mampu menembus kebisuan alam
rakusnya konspirasi yang menyusup dalam setiap peradaban
membuat gejolak kebenaran yang terdampar
ia hanyalah seorang pengemis keadilan
yang selalu menanti keadilan di tepi jalan itu
permainan yang tak kunjung usai menetes keringat lelah di pipinya
ia hanyalah semut kecil yang kehausan di aniyaya oleh singa ompong yang picik
buaian kasihnya tak pernah menghapirinya lagi
mawar ini trlalu lama layu, mati dan tak ada yang perduli
menanti musim itu akan segera berganti
si_ip elud
Rabu, 01 Maret 2017
" KERINDUAN"
memang susah memahami sastra tertinggi
di situlah letak keindahan anugrah kausalitas pada setiap lini kehidupan
baju itu sudah nampak lusuh, nampak pandangan yang kosong di bola matanya
ia tertatih tatih dalam mengarungi samudra kehidupan
ia hanya sebutir pasir di padang mutiara yang gelap
arusnya terlalu deras menerpa jiwa yang kering
dalam rongga karang sukma itu ada harapan
harapan yang begitu besar, tumbuh dalam rasa memancarkan laku
oh pencipta kau kan selalu ku rindukan dalam relung yang paling dalam
selama kaki ini masih kuat menopang tubuhku
selama darah masih mengalir dalam sukmaku
selama jantung masih berdetak dalam jiwaku
selama itu aku akan selalu memujamu di sini
sa_ip el ud
memang susah memahami sastra tertinggi
di situlah letak keindahan anugrah kausalitas pada setiap lini kehidupan
baju itu sudah nampak lusuh, nampak pandangan yang kosong di bola matanya
ia tertatih tatih dalam mengarungi samudra kehidupan
ia hanya sebutir pasir di padang mutiara yang gelap
arusnya terlalu deras menerpa jiwa yang kering
dalam rongga karang sukma itu ada harapan
harapan yang begitu besar, tumbuh dalam rasa memancarkan laku
oh pencipta kau kan selalu ku rindukan dalam relung yang paling dalam
selama kaki ini masih kuat menopang tubuhku
selama darah masih mengalir dalam sukmaku
selama jantung masih berdetak dalam jiwaku
selama itu aku akan selalu memujamu di sini
sa_ip el ud
" JIKA"
perpustakaan berjalan itu masih kosong
ia tak mengerti belaian ilmu dan kasih sayangnya pada pemiliknya
integritas dalam mengarungi perjalanan mencari eksistensialis
ia hanya membawa seteguk pengetahuan dalam realita ini
terlalu banyak konspirasi dalam penitian jalan yang ramai
keadaan itu memang sangat nyaman membuai retorika
pohon yang tumbuh yang di besarkan oleh jiwa yang tenang
bersemi dalam sukma mengalir dalam raga
mencoba mengabarkan pada embun semua ini telah hanyut di seret oleh ketamakan masa
ia hanyalah pendosa yang merangkak keluar dari neraka
mengarungi dimensi waktu mencari cahaya demi segudang penyesalan
sa_ip el ud
perpustakaan berjalan itu masih kosong
ia tak mengerti belaian ilmu dan kasih sayangnya pada pemiliknya
integritas dalam mengarungi perjalanan mencari eksistensialis
ia hanya membawa seteguk pengetahuan dalam realita ini
terlalu banyak konspirasi dalam penitian jalan yang ramai
keadaan itu memang sangat nyaman membuai retorika
pohon yang tumbuh yang di besarkan oleh jiwa yang tenang
bersemi dalam sukma mengalir dalam raga
mencoba mengabarkan pada embun semua ini telah hanyut di seret oleh ketamakan masa
ia hanyalah pendosa yang merangkak keluar dari neraka
mengarungi dimensi waktu mencari cahaya demi segudang penyesalan
sa_ip el ud
"ILALANG"
hingar bingar cahaya yang redup nampak jauh disana
jalan untuk pulang sudah tak nampak lagi
di atas pagoda tak ada kenikmatan seindah tanah surga
bersama hanyutnya daun yang gugur mengalir resah dalam nadi
tak akan pernah ada kebangkitan dari sebuah kenikmatan itu
dan tak akan pernah ada yang perduli dengan ilalang yang terhampar
tanpa kesejukanpun ilalang tak mampu meraih cahaya
fotosintesis kehidupan akan terus berlangsung sampai nafas ini terbang bersama bunga ilalang
goresan luka itu tak akan pernah mengembalikan masa yang kau penuhi dengan sesal
sa_ip el ud
hingar bingar cahaya yang redup nampak jauh disana
jalan untuk pulang sudah tak nampak lagi
di atas pagoda tak ada kenikmatan seindah tanah surga
bersama hanyutnya daun yang gugur mengalir resah dalam nadi
tak akan pernah ada kebangkitan dari sebuah kenikmatan itu
dan tak akan pernah ada yang perduli dengan ilalang yang terhampar
tanpa kesejukanpun ilalang tak mampu meraih cahaya
fotosintesis kehidupan akan terus berlangsung sampai nafas ini terbang bersama bunga ilalang
goresan luka itu tak akan pernah mengembalikan masa yang kau penuhi dengan sesal
sa_ip el ud
"AKU DAN HANYA"
sa_ip el ud
aku hanyalah pemuja kebodohan
setangkai kebobrokan di balut sutra emas
aku tak menyadari jiwa ini terhempas dalam penyesalan
aku terlalu bodoh untuk menyadari hanyutnya sukma dalam buaian kenyamanan
setiap aku memiliki jalan di atas samudra ini
sangat menjijikan diri ini yang tak mengerti sejarah
aku tau tak ada penyesalan yang terlalu indah dalam kenangan
gemercik sajak itu masih membekas dalam angan
angan yang hanya mebayangi langkah ini menyelimuti ketakutan dalam hangatnya keraguan
tabir ini terlalu tebal untuk membuatku untuk selalu bisu
aku hanya memiliki segenggam keyakinan
akan ku bawa keyakinanku keluar menjuju cahaya itu
sa_ip el ud
"EMBUN"
embun tak pernah menjanjikan rasaembun tak membutuhkan warna untuk membuat daun jatuh cinta
guliran butirannya selalu setia memeluk daun setiap pagi
kesejukan yang embun tawarkan pada aroma kasih hanyalah sajak tiada arti
rindu yang embun tiupkan dalam setiap helainya
tak pernah melalaikan tangkai penopang kehidupan
meski saat cahanya datang ia harus mengucapkan selamat jalan pada rimbunnya dedaunan
dari setiap pertemuan akan bermuara pada akhir...perpisahan
kepergiannya meninggalkan setangkai kehidupan
meski desiran masa tak pernah berhenti berbisik, rasa itu akan selalu ada dalam sukma itu
sa_ip el ud
Langganan:
Postingan (Atom)

